MODEL-MODEL PERENCANAAN PENDIDIKAN
Makalah Ini Diajukan Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah
PERENCANAAN PENDIDIKAN
Dosen Pengampu : SUHAIMAH, M.Pd
Disusun oleh :
ROBIYATUL ADAWIYAH
PROGRAM
STUDIY MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH
TINGGI ILMU TARBIYAH
KABUPATEN
BATU BARA
SUMATERA UTARA
T.A 2024/2025
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi
Robbil Alamin, segala puji dan Syukur yang kepada Allah Penguasa alam semesta
dan Sholawat berangkai Salam kepada ushwatun hasana kita baginda nabi Muhammad
SAW. Semoga dengan memperbanyak sholawat kita semua dapat syafaat beliau di
hari kemudian, Allahumma Sholli ala Muhammad wa ala alihi wa shobihi was salim.
Syukur yang luar biasa karena Allah telah memberi kesempatan kepada hambah
untuk dapat menyelesaikan Makalah ini dengan judul “MODEL-MODEL PERENCANAAN PENDIDIKAN” .
Dengan bimbingan langsung dari
dosen kami yang luar biasa ibu SUHAIMAH,
M.Pd (semoga
Allah senantiasa memberinya Kesehatan dan keberkahan umur) sehingga terbitlah
makalah ini, yang pastinya masih sangat banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna.
Demikian kata pengantar ini saya
sampaikan, keritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan untuk lebih
baik lagi kedepannya dalam Menyusun makalah-makalah selanjutnya. Terima kasih.
Batubara, 13 Mei 2024
Penyusun
ROBIYATUL ADAWIYAH
KATA PENGANTAR ....................................................................... i
DAFTAR ISI ...................................................................................... ii
A. Latar belakang .............................................................................. 1
B.
Rumusan
masalah ......................................................................... 1
C.
Tujuan
........................................................................................... 1
MODEL-MODEL PERENCANAAN PENDIDIKAN................... 2
A. Kesimpulan ..................................................................................... 19
B. Saran ............................................................................................... 20
BAB
I
PENDAHULUAN
MODEL-MODEL
PERENCANAAN PENDIDIKAN
A. Latar Belakang
Seorang
guru selain dituntut memiliki ilmu yang cukup dan komunikatif dalam mengajar,
juga harus memiliki kemampuan membuat perencanaan pembelajaran agar materi yang
disampaikan menjadi terarah dan mudah dimengerti oleh peserta didiknya.
Untuk
memudahkan dalam penyampaian materi. terdapat beberapa format model perencanaan
pembelajaran. Dari model-model perencanaan pembelajara yang dikemukakan para
ahli masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
B.
Rumusan
Masalah
Model-Model Perencanaan Pendidikan
C.
Tujuan
Untuk Mengerti Model-Model
Perencanaan Pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
MODEL-MODEL PERENCANAAN PENDIDIKAN
Pengertian model pembelajaran
Secara umum istilah model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan
sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan. Dalam pengertian
lain, model juga diartikan sebagai barang atau benda tiruan dari benda
sesungguhnya, misalnya globe merupakan bentuk dari bumi. Selanjutnya istilah
model digunakan untuk menunjukkan pengertian pertama sebagai kerangka proses
pemikiran.[1] Model
pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang
sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan
belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang
pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar
mengajar.[[2]] Jadi Model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang
tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan
kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan
suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Ada beberapa model perencanaan
pendidikan adalah:
1.
Model komprehensif
Model ini digunakan untuk
menganalisis perubahanperubahan di dalam layanan pendidikan secara menyeluruh.
Disamping itu, model ini memiliki fungsi sebagai pedoman di dalam menguraikan
ragam rencana yang lebih khusus ke arah tujuan pendidikan yang lebih luas.
2.
Model Target Setting
Model ini digunakan untuk
memperkirakan atau memproyeksi tingkat perkembangan di dalam kurun waktu
tertentu. Dalam persiapannya membutuhkan model untuk analisis demografis dan
proyeksi penduduk, model untuk memproyeksikan jumlah peserta didik di sekolah,
dan model untuk memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja. Persoalan yang muncul
merupakan model yang manakah yang paling baik diterapkan di dalam penyusunan
perencanaan pendidikan, Menurut para ahli sebaiknya model perencanaan
pendidikan yang dipakai dalam proses layanan pendidikan di setiap satuan
pendidikan adalah mengintegrasikan beberapa model tersebut di atas, dengan
tetap memperhatikan situasi dan kondisi yang dihadapi oleh masing-masing
lembaga pendidikan.
3.
Model Pembiayaan dan Keefektifan biaya
Model ini digunakan untuk
menganalisis suatu proyek dengan kriteria efisiensi dan efektivitas pembiayan
layanan pendidikan. Dengan model ini dapat diketahui bahwa proyek layanan
pendidikan yang mana paling layak dan terbaik untuk didanai dan dikembangkan
dibandingkan dengan proyekproyek lainnya. Model ini hampir sama dengan
pendekatan untung rugi.
4.
Model Planning, Programming, Budgeting System (PPBS)
Model Planning, Programming,
Budgeting System (PPBS), adalah model sistem perencanaan, pemrograman, dan
penganggaran layanan pendidikan. Model ini seringkali digunakan pada
perencanaan pendidikan perguruan Tinggi Negeri. PPBS meruapakan suatu
pendekatan sistematis dan komprehensif yang berusaha menentukan tujuan,
mengembangkan program-program untuk dicapai dengan menggunakan anggaran
seefisien dan seefektif mungkin, dan mampu menggambarkan kegiatan program
pendidikan jangka panjang (Usman, H. 2008).
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, kata model diartikan sebagai contoh, pola acuan ragam, macam, atau
barang tiruan yang kecil dan tepat misalnya yang diikuti. Oleh sebab itu model
perencanaan pendidikan dapat didefinisikan sebagai contoh yang digunakan di
dalam penyusunan suatu perencanaan, lebih umum membahas rencana dan kebijakan
tertinggi dalam instansi pendidikan. Menurut Suprayogi (2014) model dan metode
perencanaan pendidikan tentunya berbeda dengan model dan metode perencanaan
pengajaran, perencanaan pendidikan cakupannya lebih luas dan lebih umum
menyangkut rencana dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pengambil kebijakan
tertinggi dalam instansi pendidikan. Model perencanaan pengajaran memuat
beberapa komponen sistem pembelajaran dan unsur kegiatan yang dilakukan, baik
oleh guru maupun siswa dalam proses pembelajaran. Macam-macam model perencanaan
dalam pendidikan yaitu:
1.
Model Perencanaan Komprehensif
Model ini digunakan untuk menganalisis
perubahanperubahan di dalam suatu sistem pendidikan secara menyeluruh. adapun
fungsinya adalah sebagai suatu patokan dalam menjabarkan rencana-rencana yang
lebih spesifik ke arah tujuan yang lebih luas. Metode ini dapat digunakan untuk
menganalisis perubahan secara luas dalam suatu sistem pendidikan secara
menyeluruh (Fattah Nanang dalam Endin Mujahidin Dkk, 2009).
2.
Model Target Setting
Model ini diperlukan di dalam upaya
melakukan proyeksi atau memperkirakan tingkat perkembangan dalam kurun waktu
tertentu. Dalam persiapannya dikenal sebagai model untuk analisis demografis
dan proyeksi penduduk, model untuk memproyeksikan jumlah siswa yang terdaftar
dalam sekolah, dan model untuk memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja.
3.
Model PPBS
PPBS (Planning, Programming, Budgetting
System), dalam bahasa Indonesia merupakan sistem perencanaan, penyusunan
program, dan penganggaran (SP4). Menurut Fattah (2013: 51) model ini bermakna
bahwa perencanaan, penyusunan program, dan penganggaran dipandang sebagai suatu
sistem yang komprehensif untuk pengambilan keputusan yang efektif. Harry J.
Hartley (dalam Nurhasanah, 2022) mengungkapkan bahwa PPBS adalah proses
perencanaanyang komprehensif yang meliputi program budget sebagai komponen
utamanya. Ciri-ciri SP4 (Sistem Perencaan Penyusunan Program Dan Penganggaran)
menurut Timan (2004) adalah sebagai berikut:
a.
Menghubungkan masukan
instrumental dengan uang yang dibutuhkan.
b.
SP4 berawal dari penetapan
tujuan nasional. Oleh sebab itu perencanaan dengan SP4 bersifat dari atas ke
bawah (top down).
c.
Menghubungkan tujuan umum
dengan program yang bersifat khusus.
d.
Menghubungkan program dengan
sumber-sumber yang diperlukan.
Untuk
memahami PPBS secara baik, maka perlu kita perhatikan sifat-sifat esensial dari
sistem ini. Esensi dari PPBS adalah sebagai berikut:
a.
Membandingkan dan menganalisis
alternatif tersebut, yaitu mencari kombinasi yang memberikan efektifitas yang
paling besar dari sumber yang ada dalam pencapain tujuan.
b.
Menggambarkan biaya total dari
setiap alternatif, baik biaya langsung ataupun tidak langsung, biaya yang telah
lewat ataupun yang akan datang, baik biaya yang berupa uang ataupun biaya yang
tidak berupa uang.
c.
Memerinci secara cermat dan
menganalisis secara sistematik terhadap tujuan yang hendak dicapai.
d.
Mencari alternatif-alternatif
yang relevan, cara yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan.
e.
Memberikan gambaran tentang
efektifitas setiap alternatif dan bagaimana alternatif itu mencapai tujuan
(Nurhasanah, 2022).
Model
ini memiliki makna perencanaan, penyusunan program, dan penganggaran dipandang
sebagai suatu sistem yang tak terpisahkan satu sama lainnya. PPBS adalah suatu
proses yang komprehensif untuk pengambilan keputusan yang lebih efektif.
Menurut Kast dan Rosenwzweig (dalam Nurhasanah, 2022) PPBS adalah suatu
pendekatan yang sistematik yang berusaha untuk menetapkan tujuan, mengembangkan
programprogram untuk dituju, menemukan besarnya biaya dan alternatif, dan
menggunakan proses penganggaran yang merefleksikan kegiatan program jangka
panjang.
4.
Model Pembiayaan dan Efektivitas Biaya
Penggunaan
model dalam pendidikan didasarkan bahwa pendidikan tidak terlepas dari biaya
yang diharapkan membawa keuntungan atau benefit. Dapat dikatakan model ini sama
dengan model untung rugi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar